When the Pain Cuts You Deep

Gue abis download album Adele – 25

And it was amazing! Semua lagunya enak bgt parah. Ga nyesel deh pokoknyaa hehe. Gue lg sedih banget malem ini hehe

Pernah gasih lo merasa kehilangan seseorang yang berarti dihidup lo, dan lo udah terbiasa sama diaa. Tapi, dia berubah? Pernah ga lo ngerasa gaada yang ngertiin lo se-mengerti dia selama ini? Pernah ga lo nemuin tempat lo berpulang? Pernah ga lo ngerasa dia adalah satu2nya yang ada dipikiran lo? Dia yang selalu ada buat lo, dia tempat lo cerita, dia tempat lo untuk bersandar, dia teman lo bermain, dia yang lo sayang setulus mata berkata, sekeras hati berbicara. Adakah yang pernah mempunyai ‘dia’ yg gue sebut diatas? Dan dia, meninggalkan lo.

Pergi, meninggalkan, berpisah, bercerai, ditinggalkan, dipisahkan, tidak ada kata2 yang lebih buruk lagi selain yg gue sebut diatas. Sedih, marah perasaan kita seperti sedang meletusnya semua anak gunung Krakatau, bercampur badai yang memunculkan kilat – kilat nya.

Hancur.

Itulah yang pertama kali hati gue berkata setelah terjadi perpisahan. Tidak ada dia, semua akan berubah. Tangisan tak terhentikan saat malampun tiba. Kepada siapa aku harus bercerita? Kepada siapa aku berpulang? Kepada siapa aku harus bersandar? Saat sandaranku pergi meninggalkanku.

Pedih rasanya mengingat – ingat masa lalu yang begitu indah. Mengingat saat – saat bersamanya sungguh menyenangkan. Tertawa bersama adalah hal yang paling susah untuk dilupakan. Ketika kita merasa hidup bersamanya, ketika kita merasa keberadaan kupu – kupu bergelitik diperut kita. Indah sekali, takkan pernah bisa dituturkan oleh kata – kata, seindah apapun kalimat itu takkan pernah ada yang bisa mengungkapkan perasaan gue sama dia.

My life will never be same again.

Tanpa dirinya. Gue kehilangan arah dan tujuan gue. Gue gabisa mengontrol diri gue sendiri. Gue males belajar, gue mulai ngabisin duit gue buat sesuatu yang ga seharusnya. Rasanya gaenak banget, sedih, marah, kangen semuanya ada. Ketika sepasang burung lovebird saling mencintai tapi tiba – tiba salah satunya memilih untuk terbang meninggalkan pasangannya sendirian. Kenapa yaa perasaan bisa berubah secepat itu. Apakah perasaan itu seperti air? Yang selalu bisa mengalir ketempat yang lebih rendah. Menumbuhkan perasaanpun bukanlah sesuatu yang mudah. Apa meninggalkan perasaan juga mudah?

Banyak banget hal – hal yang gue tanyakan kenapa harus ada perpisahan? Kenapa perasaan bisa hilang? Bosan? Apa dia sedang bosan dengan hubungan kita? Gue ga pernah tau jawabannya. Dia hanya pergi tanpa alasan yang cukup masuk akal. Dia memilih berjalan sendirian. Dia memilih meraih masa depannya sendiri. Dia enggan menoleh lagi kebelakang untuk menuntun gue jalan di dunia yang keras ini.

Gue harus kuat.

Tapi sungguh, gue ga pernah selemah ini. Saat gue merasa orang paling beruntung mempunyai dia, tapi sekarang gue merasa gue orang paling tidak beruntung. Pepisahan ini ngga tepat. Bukan saatnya. Bukan kayak gini caranya. Apa dia benar – benar ga mempedulikan gue? apa semua yang ia katakan ke gue benar? Gue pernah berfikir, mungkin dia lagi capek everything will be okay tomorrow. But, it was not. I’m not okay.

Gue ngejar – ngejar dia, gue nanyain apa yang salah dari gue, apa dia ngga butuh keberadaan gue lagi, apa dia sudah mempunyai wanita lain?. Gue meronta – ronta, menangis didepannya, meminta kejelasan, namun dia ga permah memiliki jawaban itu. Ngga enak ya patah hati. Kita harus memulai lagi dari awal. Menata kehidupan kita dari awal lagi. Mencari cahayanya lagi. Gue belajar dari sini, that people will come and go. Mungkin tuhan memisahkan gue dengannya supaya diberi kebahagiaan yang baru. Gue berusaha befikiri positif supaya gue bisa jalanin hari – hari gue lagi. Gue menyibukkan diri gue. Berkenalan dengan teman – teman baru. Gue mulai nulis surat – surat untuk dia saat gue kangen dan banyak yang belum gue berikan kedia. Gue mulai menggambar lagi. Gue harus move on.

Gue mulai sadar. Tidak seharusnya gue jatuh terus menerus. Ga seharusnya kayak gini. Gue mulai mikirin masa depan gue, gue mulai bermimpi lagi. Gue mulai mengeluarkan cahaya sedikit demi sedikit. Walau masih seperti bayi yang sedang belajar berjalan, setidaknya gue masih bangun walau tidak banyak perubahan setelah berpisah dengannya. Gue mulai menata kembali. Walaupun masih berat rasanya tapi gue gamau merusak bintang – bintang lainnya. Kasian mata gue yang mengeluarkan airnya terus menerus. Dan akhirnya gue bisa belajar dari kejadian ini.

Bahwa saling mencintai adalah yang terpenting. Tidak dicintai atau mencintai. Kita memang tidak pernah bisa memaksakan perasaan seseorang untuk mencintai kita, tapi kita juga tidak pernah bisa mengubur perasaan itu secara paksa. Akan ada saatnya perasaan itu hilang sendirinya, kita hanya butuh waktu dan tetap berjalan dalam kepedihannya.

salam hangat,

writer.

Advertisements

One thought on “When the Pain Cuts You Deep

  1. Raissa says:

    This is just so good! And so deep. Gue gatau harus bilang apa lagi. Perasaan lo kebaca jelas dicerita ini, and it’s good karena semua orang ngalamin ini dan lo bisa ngutarain sampe jadi kumpulan paragraf kayak gini.

    This is my fave : “Bahwa saling mencintai adalah yang terpenting.”

    Thanks for your post! I love it so much. Dan jangan berenti buat post post perasaan lo lagi haha mungkin aja ini bisa jadi buku.

    Semangat!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s